Senin, 05 September 2011

COMPLICATEDTTT

Hidup yg ku jalani dari dlu memang rumit.
seneng emang .. susah juga kadang.
kalau aku tulis dari kecil mpe skrang ya buuuanyak bangeeeet....!!!!!!!!!!!!!
yg psti skrang aq da jdi mahasiswa lhooo...heehee
mkin gede makin banyak msalahnya .. ga cuma mslah prbdi,, semuanya nnumplek jadi satu ex... beruntun malah.
selesai satu,, nambah lagi satu...
yg baru malah makin ribet lagi..
to be continued..................???????????

Jumat, 12 November 2010

CINTA BARU

Sudah hampir 4 bulan aku duduk di kelas XII,, awalnya sih biasa saja.tapi setelah lama ku jalani lebih mengaasyikkan,,ku temukan lagi cnta yang baru.mungkin cinta yang slama ini ku tunggu".
kalau dibilang deket sih belom,,tapi harus mencoba!!!dia gak pernah tahu kalu aku sering merhatiian dia,,ngelihatnya saat guru age nerangin pelajaran.anaknya aneh,,sebut aja"BOFI".
tiap hari aku selalu berdo'a agar ia bisa menyukai ku,,tapi jika aku memang tidak di takdirkan untuk bersama dengan nya,,ku relakan Tuhan tuk hapus rasa cintaku untknya. tapi sebelum terhapus,akan ku perjuangkan kalau aku bisa bersamanya... YaKinLah...............

Rabu, 03 Maret 2010

taaX mUdaCh.........

Ta' MuDah uNtuK Kita BiCara teNtaNg Cinta.....
Ta' Mudah Juga TuK kIta MErasakan ArTi CiNta.....
Tax muDah JUga UNtuK kIta mEniNggalKan CiNta,,palagi MeLuapkannYa....
So....janGan samPai Bilang cIntA Tu PeramInan Belaka...........
Coz.....Cinta Itu MenYuLitkan............!!!!!!!!!!!

MuNGkIN .......????

DaLam HiDup Tax Da YanG aBadi.........SeMuaNya MUnGkiN aKan MuSnah,,,TapI Bagi Smua Orang MunGkin Tak InGIn Kalau Yang MereKa Jalni akan MuSnah BeGitu Saja...!!!bagIku SesUatu Yang Juga Tak KuharapKn Tuk MusnaH adL"KELUARGA,,CINTA,,,& SAHABAT...."
Semua Orang BeraNggaPan Kalau CinTaLah Yang PalinG PenTing,,So ????NGGaX PEnTiNG GEEtOoo..............!!!!He..He..MunGKin Itu HanYa AnGgaPan Qu saJa...Low Ada YanG BaCa ,,,PLeaSE!!!Don'T AngRy...............!!!!!!!!!!MungkiN JUga baNyak Yang BilanG Low sahaBat Juga Uga Kalah PenTInGnya Dg CInta,,,TapI....????SoRry,,No CoMeNt Tux MasaLaH ntu,,,
SAHABAT....SebUah Kata Yang muNgKin PaliNg BeraRti UntuKku,,bagaimana cara UnTuK MemPuNyai sAHabaT Dan BaGaimana Cara UnTuk MeNjagaNya...MungkiN uNtuK meNdaPatkan SeoRang SahaBat Itu MuDah,,But,,UnTUk menJaga Nya,,,BUkan Berarti aku mau Bilang Low Aqu Tak bisa menJaga SahabatQu,,TapI SeBuah MemOri YaNG memBuaTku MuNgkin Tax Berdaya Tuk .......SECRET.............
LanJut Age,,,,PeSanQu ::: MUnGKin SeMua Yang Da DIDuNia Ini Bisa Kapan Saja Hialng,,,So.....JagaLah SeLagi kau MamPu And JanGan Kau Sia"kan SelaGi kau SayAng.......OKAY....????????????Bye.........

Sabtu, 27 Februari 2010

AnTara Teman And CinTa

Dalam hiDup Tax Kan SeMpuRna Tanpa CiNtA.....MunGkin iTu Benar,,,Tapi Bagiku HidupKu LeBih Tax SeMPuRna Tanpa adanya Sahabat..........
MungKin DaRI SiNi Aq akan BerCeriTa Ttg KiSah-KisahQu......
"PertaMa kali Saat Aq MerAsakan CinTa YanG sEsuNGGuhNya MUngKin BAru Sekarang,,sEjak aq benar"telah memasuki masa remaja........DuLu Aq MemAng beLum PernaH meNGenalnYa,aq MeNgeNalNya sejak KeLas Satu SMA..BanYAk Yg Bilang ArtI cInta YAaang SesunGguHnya adlah"saAt Qt MerAsaKan MenGapa Qt BiSa MEnCintAi OraNg Itu..???MenURut ku Itu Benar,,,karena muNgKin apa YanG aq AlamI memanG SeperTI itu..Ia yanG membUatQu BeRkaTa KauLah "MY FirSt LOve....."Kisah BerAWal SaAt aq Mulai msUk SMA,,Ia TeMan SekelasQu,,AwaLNya Aq TAx PerNah AkrAb DgnNya,,Tpi EntaH Apaa YaNG bisa meMbuAtQu BegItu Tak inGin meLepasnYa,,Ia Yg SeLalu pErhatiaN,,Ia AnknYa Pendiam,,MuNgKin Ia penUh Dengan MiSterI...!!!???Itu yang meMbuatQu Ingin meNgeNalNya,,TanPa QU Sadari SeBeLumNya,,,Ia MunGkin BiSa dIbiLang loW Ia MeMpuNyai Rasa Yang saMa Denganku,,SamPai pAdA sutu hari ItuLah Yang TerJadi....IS SEcREt....Wahahaahhaha........SebeNerNya kata TeMeN"qu SicH Ia TaK TamPan..Tapi MenURutku Aq jUga TaK SempUran UNtuKnya...YAch..mUngKin SaMpai SekaranG rAsa Itu mAsIh MeNyeLimUti Qt....Hu_umZ iTu MunGkin...........WKakwakaWkkk

Selasa, 08 Desember 2009

ARTIKEL HUKUM

Kekuasaan DPR, Pendulum Reformasi?

Wednesday, October 15, 2008

Oleh: M. Ajisatria Suleiman

Semenjak era reformasi pada 1998, terjadi perubahan besar-besaran dalam sistem hukum di Indonesia. Dari amandemen konstitusi dan perubahan peraturan perundang-undangan, hingga pembenahan sistem kerja aparat dan transformasi budaya hukum. Meskipun patut diapresiasi positif, arah perkembangan reformasi hukum perlu diantisipasi untuk mencegah arah gerak perubahan bak pendulum.

Pendulum selalu bergerak dinamis, tidak pernah berhenti, sehingga secara kasat mata dianggap kemajuan. Namun jika diperhatikan seksama, sesungguhnya pergerakan tersebut hanya berjalan di tempat, tak beranjak, dan berputar di tempat yang sama. Kondisi ini dapat terjadi apabila ketidakpuasan masyarakat terhadap hasil reformasi hukum yang telah dicapai terkumpul menjadi gerakan untuk “kembali ke kondisi semula” tanpa memperhatikan kinerja dan evaluasi yang telah dicapai selama proses reformasi hukum berjalan.

Beberapa contoh dapat diberikan untuk melihat adanya fenomena ini, yang mana salah satunya adalah wacana amandemen kelima UUD 1945. Banyaknya desakan dari berbagai elemen masyarakat maupun institusi negara untuk segera mengamandemen UUD 1945 membuktikan bahwa konstitusi Indonesia masih belum sempurna.

Namun demikian, melihat arah opini publik menyangkut berbagai isu, sebut saja soal peran dan kekuasaan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), terdapat kemungkinan terjadinya pergeseran kekuasaan di institusi DPR dengan pola pendulum, yakni kembali ke masa sebelum amandemen.

Pada era pasca reformasi, semangat dalam proses amandemen adalah pembatasan kekuasaan eksekutif yang pada rejim Orde Baru dianggap terlalu executive heavy, otoriter, dan menyumbat aspirasi publik. Selain itu, pengerdilan partai politik melalui berbagai cara juga menyebabkan kegerahan publik untuk memperkuat lembaga representasi dan pengawasan yang terjelma dalam tubuh DPR. Menilik Arsip PAH I Badan Pekerja MPR (Sekretariat Jenderal MPR tahun 2000), dapat dilihat berbagai makalah mulai dari LIPI, UI, UGM, ITB, Unibraw, Unhas, hingga berbagai laporan peneliti independen yang mendukung pemikiran yang sama dan merekomendasikan penguatan peran DPR.

Hasilnya, saat ini, DPR memiliki kekuasaan yang sangat besar, khususnya dalam pengawasan dan pengangkatan pejabat publik. DPR memegang suara kunci untuk menentukan pengangkatan mulai dari hakim agung, hakim konstitusi, Gubernur BI, kepala kepolisian, pejabat komisi negara, hingga direksi BUMN.

Kondisi ini mulai dipandang negatif karena menciptakan politisasi dan perdagangan kepentingan jabatan-jabatan publik. Peran pengawasan juga dianggap telah dijalankan secara eksesif sehingga menganggu jalannya pemerintahan. Pemerintah dianggap “tersandera” oleh kekuatan parlemen dalam merumuskan dan menjalankan kebijakannya. Hal tersebut ditambah dengan menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap DPR yang sudah tidak dianggap lagi memperjuangkan kepentingan masyarakat mulai dari kegiatan studi-banding-wisata yang berlebihan ke luar negeri hingga dugaan berbagai praktek korupsi di tubuh DPR yang secara perlahan terbukti.

Sekarang, gagasan untuk mengurangi peran DPR dan kembali ke format executive-heavy acapkali terdengar. Hampir di setiap talkshow dan seminar, segenap pihak menyuarakan perubahan perubahan atas kewenangan DPR, kondisi mana yang jauh berbeda dengan semangat awal reformasi di sekitar tahun 1998-2001. Publik seolah lupa dengan desakan mereka 10 tahun yang lalu yang justru menginginkan perluasan kekuasaan DPR sebagai perwujudan kehendak rakyat untuk membangun oposisi yang kuat terhadap pemerintah (yang identik dengan kekuasaan otoriter). Suatu gerakan kolektif menuju perubahan ternyata hanya berputar di tempat yang sama.

Gagasan pembatasan kewenangan DPR merupakan contoh yang sempurna mengenai gerakan pendulum dalam reformasi hukum. Selain karena menguat atas ketidakpuasan kinerja DPR hasil amandemen, desakan ini muncul secara konsensus dan tanpa pertentangan dari pihak manapun, termasuk aktor utama yang sebelumnya mengusulkan amandemen pada masa lampau.

ARTIKEL KESEHATAN

Kanker Serviks Pembunuh Banyak Wanita

Kanker serviks atau kanker leher rahim (sering juga disebut kanker mulut rahim) merupakan kanker yang menyerang kaum wanita dan jumlah penderitanya meningkat beberapa tahun belakangan. Dari seluruh penderita kanker di Indonesia, sepertiganya adalah penderita kanker serviks. Kanker ini memang merupakan pembunuh wanita yang menakutkan. Memperoleh informasi tentang kanker ini dapat membantu lebih banyak wanita terhindar dari salah satu penyakit paling mematikan ini.